Feeds:
Pos
Komentar

(disampaikan oleh Ukhti rusyda , 19 april 2017,MTRI Perry Park)

Pendahuluan

Islam adalah agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Seperti dalam hal muamalat, terdapat pembahasan khusus yang mengatur masalah ini. Yang disebut dengan fiqih muamalat.

Pengertian secara luas (umum), Fiqih Muamalat adalah ilmu tentang hukum-hukum syara’ yang mengatur hubungan / interaksi manusia dalam kehidupan dunia. Sedang pengertian secara khusus (spesifik), Fiqih Muamalat Maliyah yaitu ilmu tentang hukum-hukum syara’ yang mengatur hubungan / interaksi manusia dalam kehidupan dunia khususnya yang terkait dengan urusan harta.

Lanjut Baca »

(Disampaikan oleh Ukhti Rusyda, 22 Maret 2017, MTRI Perry Park)

Pendahuluan

Dalam beberapa bulan terakhir ini banyak sekali musibah yang menimpa negeri kita tercinta. Mulai dari banjir di Jakarta dan Jawa Tengah, banjir bandang di Manado; kemudian tanah longsor dan gempa bumi di berbagai tempat bahkan gunung yang meletus di wilayah Sinabung dan Kelud.

Jika dilihat meggunakan kacamata sains, maka bencana alam tersebut merupakan fenomena alam yang terjadi akibat ketidakseimbangan ekosistem yang ada di bumi ini, baik itu diakibatkan oleh alam ataupun ulah manusia itu sendiri. Akan tetapi jika kita melihat menggunakan kacamata keimanan, maka musibah tersebut merupakan suatu teguran yang Allah berikan atas kelalaian, dosa dan maksiat yang telah kita perbuat selama ini. Oleh karenanya mari kita kupas permasalahan ini lebih jauh hingga kita memahami makna yang sesungguhnya tentang musibah yang terjadi pada sekitar kita maupun yang menimpa diri kita sendiri.

Lanjut Baca »

 

BULETIN ANNISA EDISI BULAN APRIL 2017

Sekularisme merupakan sebuah ideologi yang pada mulanya berkembang di dunia Barat dan menyebar hampir ke seluruh penjuru Dunia tak terkecuali dunia islam. Ideologi ini mempunyai tujuan yaitu memisahkan antara hak Tuhan dengan hak Manusia atau memisahkan antara urusan Manusia dengan urusan Tuhan. Ideologi Sekularisme adalah sebuah Ideologi yang  memisahkan antara negara dan agama (state and religion). Yaitu, bahwa negara merupakan lembaga yang mengurusi tatatanan hidup yang bersifat duniawi dan tidak ada hubungannya dengan yang berbau akhirat, sedangkan agama adalah lembaga yang hanya mengatur hubungan manusia dengan hal-hal yang bersifat bersifat spiritual, seperti hubungan manusia dengan tuhan.

Lanjut Baca »

 

 

 

                      (Disampaikan oleh Ukhti IIN Ummu Zaid, 8 maret 2017, MTRI Parry park)

 

Allah SWT berfirman, yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan…”(QS,al-Hujuurat;12)

Lanjut Baca »

 

(disampaikan oleh Ummu Tsabita, 15 MARET 2016, MTRI Parry Park)

 

PENDAHULUAN

Marah atau amarah merupakan sebuah hal yang mungkin setiap kita pernah mengalaminya. Islam adalah agama yang sempurna, yang tak hanya mengatur bagaimana bermu’amalah kepada Khaliqnya namun juga mengatur bagaimana bermu’amalah kepada sesama mahluk Allah. Termasuk dalam masalah amarah atau marah ini pun islam mengaturnya dan memberikan perhatian yang amat besar. Nabi Shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda,

 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ  رضى الله عنه  أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِىِّ  صلى الله عليه وسلم  أَوْصِنِى قَالَ , لاَ تَغْضَبْ , . فَرَدَّدَ مِرَارًا ، قَالَ , لاَ تَغْضَبْ

Artinya:  Dari Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu, Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam (kemudian) mengatakan, “Wahai Nabi berikanlah aku wasiat/nasihat”. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan, “Janganlah engkau marah”. Kemudian orang tadi berkata lagi, “Wahai Nabi berikanlah aku wasiat/nasihat”. Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam pun mengatakan, “Janganlah engkau marah(HR. Bukhari no 6116)

Lanjut Baca »

Demi masa… sesungguhnya seluruh manusia itu benar-benar dalam kerugian… kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran. (QS. Al-Ashr:1-3)

 

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

(QS: Ali Imran Ayat: 26)

Lanjut Baca »

(disampaikan oleh Ukhti Hazimah Umm Fayyaz, 8 februari 2017,MTRI Parry park)

 

 

 

Allah SWT memberikan kepada manusia pilihan jalan yang baik dan jalan yang buruk, sebagai ujian bagi manusia untuk menyaring dan menguji seseorang siapa yang beriman dan terbaik amal ibadahnya. Manusia dalam dirinya terdapat kecenderungan berbuat kebaikan,dan juga ada kecenderungan berbuat kesalahan dan lupa,sehingga tidak sedikit manusia yang terjatuh dan tergelincir kedalam lembah maksiat dan dosa. Karena demikianlah manusia ”Alinsaanu mahallulkhataa wannisyaan” (manusia merupakan tempatnya salah dan lupa).

Lanjut Baca »