Feeds:
Pos
Komentar

dzalim

(Disampaikan oleh ummu zaid, 1 november 2017, MTRI)

 

Zalim (Arab: ظلم, Dholim) dalam  Islam adalah meletakkan sesuatu/ perkara bukan pada tempatnya. Orang yang berbuat zalim disebut zalimin dan lawan kata dari zalim adalah adil.

Kata zalim berasal dari bahasa Arab, dengan huruf “dho la ma” (ظ ل م ) yang bermaksud gelap. Di dalam al-Qur’an menggunakan kata zhulm selain itu juga digunakan kata baghy, yang artinya juga sama dengan zalim yaitu melanggar hak orang lain.

Kezaliman itu memiliki berbagai bentuk di antaranya adalah syirik. Kalimat zalim bisa juga digunakan untuk melambangkan sifat kejam, bengis, tidak berperikemanusiaan, suka melihat orang dalam penderitaan dan kesengsaraan, melakukan kemungkaran, penganiayaan, kemusnahan harta benda, ketidak adilan dan banyak lagi pengertian yang dapat diambil dari sifat zalim tersebut, yang mana pada dasarnya sifat ini merupakan sifat yang keji dan hina, dan sangat bertentangan dengan akhlak dan fitrah manusia, yang seharusnya menggunakan akal untuk melakukan kebaikan.

Lanjut Baca »

Iklan

usia senja

(Disampaikan oleh ummu zaid 18 oktober 2017, MTRI)

 

Sahabat Islam yang dirahmati Allah,  diberikan usia lebih oleh Allah Subahanhu Wa Taa’la berarti kita diberikan kesempatan pula untuk hidup lebih lama dan mengumpulkan amal baik sebanyak-banyaknya untuk perbekalan ketika sudah meninggal kelak.  Akan tetapi mungkin sebagian dari kita kadang justru menggunakan kesempatan itu untuk hal yang sia-sia dan tidak memberikan manfaat. Semakin usia kita panjang maka kematian semakin dekat pula, meskipun kematian itu tidak mengenal umur sekalipun. Dalam sebuah hadits dikatakan: Dari Abu Hurairah r.a,  Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Allah  telah memberi kesempatan kepada seseorang yang  dipanjangkan usianya sampai enam puluh tahun.” (HR.Bukhari)

  Lanjut Baca »

palu3

Buletin An Nisa Edisi November 2017

Kata iman dan amal shalih di dalam al-Quran hampir selalu bergandengan. Kedua kata tersebut disebutkan secara berulang di dalam Kitabullah. Tujuannya tentu agar setiap Muslim yang telah mengikrarkan keimanannya kepada Allah SWT senantiasa melaksanakan amal-amal shalih, yaitu dengan menjalankan syariah-Nya secara kâffah, dan meninggalkan semua yang di larang-Nya. Sayang, saat ini masih banyak Muslim yang mengaku beriman kepada Allah SWT, tetapi mengabaikan ketaatan kepada syariah-Nya. Padahal keimanan yang hakiki menuntut pengamalan seluruh syariah-Nya. Inilah juga yang ditunjukkan oleh para Sahabat Rasulullah saw. Ketika Allah SWT memerintahkan untuk mengubah arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah, mereka langsung mengubah arah kiblat mereka, padahal mereka tengah rukuk. Pada saat Allah SWT menurunkan ayat yang mengharamkan pernikahan dengan kaum musyrik, mereka segera menceraikan istri-istri mereka yang tak mau memeluk Islam. Umar bin al-Khaththab ra. bahkan menceraikan dua istrinya yang masih tetap dalam kemusyrikan. Itu hanya beberapa contoh keimanan yang kuat dari para sahabat Rasulullah saw.

Lanjut Baca »

pendidikan anak usia pra sekolah

 (MTRI, 15 NOV 2017 BY UMMU TSABITA)

 

Pendahuluan

Anak adalah amanat dari Allah swt. Sebagaimana amanat, mereka adalah “titipan” yang harus diperlakukan dengan baik oleh orang yang diberi amanat. Jadi sebagai orang tua yang diberi amanat, kita harus mengerti betul bagaimana cara merawat dan memperlakukan mereka dengan baik. Sehingga ketika mereka kembali “diambil “ oleh Allah swt kondisi mereka tetap baik seperti sedia kala. Bentuk penuaian amanah itu adalah dengan menunaikan hak-hak anak dengan baik. Yang mana salah satu diantara hak itu adalah mendapatkan pendidikan yang baik dari orang tuanya. Hak ini sudah ada semenjak  mereka lahir, bahkan sebelum mereka lahir. Oleh karenanya setiap orang tua berkewajiban menunaikan hak ini dengan baik sesuai dengan tuntunan yang telah digariskan oleh Allah SWT.

Lanjut Baca »

ibu dan anak

(Disampaikan oleh ummu zaid, 8 november 2017

Muqaddimah

Ibu adalah orang terdekat pertama bagi seorang anak. Seorang anak sudah mempunyai keterikatan fisik dan psikis dengan ibunya dari sejak dalam kandungan dan dalam aktivitas kesehariannya di dalam rumah.  Ibu adalah madrasah pertama bagi anak dimana anak mendapatkan ilmu dan mengambil contoh sikap dan perilaku ibu dari sejak dini. Oleh karena itu, kehadiran dan peran positif seorang ibu pada awal pertumbuhan dan perkembangan anak sangat diperlukan.

Lanjut Baca »

(Kajian kitab riyadus shalihin bab 15 oleh Ustadzah Rusyda, Mtri 25 Oktober 2017 Perry Park)

 

Kenapa Bab ini penting ?

Islam memandang penting sikap istiqamah setelah seseorang meyakini kebenaran akidah. Allah SWT memerintahkan baginda Rasulullah SAW untuk bersikap istiqamah melalui firman-Nya,  “Maka istiqamahlah engkau (Muhammad) di jalan yang benar…” (QS. Huud: 112).

Sikap istiqamah juga dipegang teguh oleh para sahabat dalam mempertahankan keimanan mereka, betapa pun ejekan, intimidasi dan penyiksaan terus menimpa. Lihatlah penyiksaan yang dialami oleh Bilal bin Rabah, namun semua bentuk intimidasi dan penyiksaan tersebut sama sekali tidak menggoyahkan keimanannya.

Istiqamah menjadi penting di dalam beragama ia merupakan kumpulan dari cabang ibadah dan keimanan serta pembuka bagi jalan yang lurus, Maka Rasulullah SAW pun berwasiat kepada kita semua agar kita senantiasa beristiqamah, “Katakanlah, aku beriman kepada Allah kemudian beristiqamahlah.” (HR. Muslim).

Lanjut Baca »

(Disampaikan oleh Ustadzah Iin, 20 september 2017, MTRI Perry Park)

Dalam sebuah Hadits Rasulullah saw,Dari Umar bin al-Khatab RA berkata;

“Aku telah mendengar Rasulullah SAW telah bersabda; Sesungguhnya segala amalan itu tergantung pada niatnya dan sesungguhnya bagi setiap seorang itu (ia akan memperolehi berdasarkan) untuk apa diniatkannya….”(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Namun banyak juga kita jumpai hari ini yang beramal dengan niat yang tidak benar, misalnya  janji para politisi ketika kampanye, namun ketika terpilih banyak dari janji- janji mereka yang tidak direalisasikan.

Lanjut Baca »