Feeds:
Pos
Komentar

mengolok2syariat

Buletin Annisa Edisi Januari 2018

 

Stand-up comedy atau lawakan tunggal adalah salah satu genre profesi melawak yang pelawaknya (disebut komika, comic) membawakan lawakannya di atas panggung seorang diri, biasanya di depan pemirsa langsung, dengan cara bermonolog mengenai sesuatu topik. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut pelawak tunggal (stand-up comedian), komik, atau komik berdiri (komik tunggal). Lawakan mereka biasanya direkam dan kemudian dijual menjadi melalui DVD, internet, atau televisi.

Lanjut Baca »

Iklan

 

ibu dan anak(disampaikan oleh ummu madina, 29 november 2017, MTRI)

pendahuluan 

” Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.”(Qs.Ali Imran 3;110).

Lanjut Baca »

umat dan persatuan

Buletin Annisa edisi bulan Desember 2017

REUNI 212, atau reuni atas aksi bela Islam pada tanggal 2 desember tahun 2016, yang menghimpun jutaan umat Islam telah terlaksana dengan lancar dengan segala pro dan kontra nya.  Layaknya reuni, acara besar pada Hari Sabtu (2/12) pekan lalu itu mengingatkan kita pada kegiatan yang sama setahun lalu. Tepatnya “Aksi 212” pada tanggal 2 Desember 2016. Aksi yang bertajuk “Aksi Bela Islam” (ABI) itu nyata-nyata menunjukkan satu hal yang menggembirakan, yakni persatuan umat Islam. Saat itu jutaan orang, yang konon tidak kurang dari 7 juta massa turun dan tumpah-ruah di Ibukota, Jakarta, tepatnya di sekitar kawasan Tugu Monas dan sekitarnya. Mereka berasal dari seluruh komponen umat Islam dengan berbagai latar belakang partai, organisasi, profesi, status sosial, mazhab, asal daerah, suku dan lain-lain. Mereka berkumpul dengan satu tujuan yang sama, yakni membela kemuliaan al-Quran yang telah dinistakan oleh Ahok.

Lanjut Baca »

dzalim

(Disampaikan oleh ummu zaid, 1 november 2017, MTRI)

 

Zalim (Arab: ظلم, Dholim) dalam  Islam adalah meletakkan sesuatu/ perkara bukan pada tempatnya. Orang yang berbuat zalim disebut zalimin dan lawan kata dari zalim adalah adil.

Kata zalim berasal dari bahasa Arab, dengan huruf “dho la ma” (ظ ل م ) yang bermaksud gelap. Di dalam al-Qur’an menggunakan kata zhulm selain itu juga digunakan kata baghy, yang artinya juga sama dengan zalim yaitu melanggar hak orang lain.

Kezaliman itu memiliki berbagai bentuk di antaranya adalah syirik. Kalimat zalim bisa juga digunakan untuk melambangkan sifat kejam, bengis, tidak berperikemanusiaan, suka melihat orang dalam penderitaan dan kesengsaraan, melakukan kemungkaran, penganiayaan, kemusnahan harta benda, ketidak adilan dan banyak lagi pengertian yang dapat diambil dari sifat zalim tersebut, yang mana pada dasarnya sifat ini merupakan sifat yang keji dan hina, dan sangat bertentangan dengan akhlak dan fitrah manusia, yang seharusnya menggunakan akal untuk melakukan kebaikan.

Lanjut Baca »

usia senja

(Disampaikan oleh ummu zaid 18 oktober 2017, MTRI)

 

Sahabat Islam yang dirahmati Allah,  diberikan usia lebih oleh Allah Subahanhu Wa Taa’la berarti kita diberikan kesempatan pula untuk hidup lebih lama dan mengumpulkan amal baik sebanyak-banyaknya untuk perbekalan ketika sudah meninggal kelak.  Akan tetapi mungkin sebagian dari kita kadang justru menggunakan kesempatan itu untuk hal yang sia-sia dan tidak memberikan manfaat. Semakin usia kita panjang maka kematian semakin dekat pula, meskipun kematian itu tidak mengenal umur sekalipun. Dalam sebuah hadits dikatakan: Dari Abu Hurairah r.a,  Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Allah  telah memberi kesempatan kepada seseorang yang  dipanjangkan usianya sampai enam puluh tahun.” (HR.Bukhari)

  Lanjut Baca »

palu3

Buletin An Nisa Edisi November 2017

Kata iman dan amal shalih di dalam al-Quran hampir selalu bergandengan. Kedua kata tersebut disebutkan secara berulang di dalam Kitabullah. Tujuannya tentu agar setiap Muslim yang telah mengikrarkan keimanannya kepada Allah SWT senantiasa melaksanakan amal-amal shalih, yaitu dengan menjalankan syariah-Nya secara kâffah, dan meninggalkan semua yang di larang-Nya. Sayang, saat ini masih banyak Muslim yang mengaku beriman kepada Allah SWT, tetapi mengabaikan ketaatan kepada syariah-Nya. Padahal keimanan yang hakiki menuntut pengamalan seluruh syariah-Nya. Inilah juga yang ditunjukkan oleh para Sahabat Rasulullah saw. Ketika Allah SWT memerintahkan untuk mengubah arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah, mereka langsung mengubah arah kiblat mereka, padahal mereka tengah rukuk. Pada saat Allah SWT menurunkan ayat yang mengharamkan pernikahan dengan kaum musyrik, mereka segera menceraikan istri-istri mereka yang tak mau memeluk Islam. Umar bin al-Khaththab ra. bahkan menceraikan dua istrinya yang masih tetap dalam kemusyrikan. Itu hanya beberapa contoh keimanan yang kuat dari para sahabat Rasulullah saw.

Lanjut Baca »

pendidikan anak usia pra sekolah

 (MTRI, 15 NOV 2017 BY UMMU TSABITA)

 

Pendahuluan

Anak adalah amanat dari Allah swt. Sebagaimana amanat, mereka adalah “titipan” yang harus diperlakukan dengan baik oleh orang yang diberi amanat. Jadi sebagai orang tua yang diberi amanat, kita harus mengerti betul bagaimana cara merawat dan memperlakukan mereka dengan baik. Sehingga ketika mereka kembali “diambil “ oleh Allah swt kondisi mereka tetap baik seperti sedia kala. Bentuk penuaian amanah itu adalah dengan menunaikan hak-hak anak dengan baik. Yang mana salah satu diantara hak itu adalah mendapatkan pendidikan yang baik dari orang tuanya. Hak ini sudah ada semenjak  mereka lahir, bahkan sebelum mereka lahir. Oleh karenanya setiap orang tua berkewajiban menunaikan hak ini dengan baik sesuai dengan tuntunan yang telah digariskan oleh Allah SWT.

Lanjut Baca »